Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel patut berbangga karena sukses mencatatkan prestasi di awal tahun 2020 ini. DKP Sulsel tercatat memiliki kinerja terbaik ke-2 di Indonesia di lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Tahun 2019.

Berkat kerja keras tersebut, DKP Sulsel meraih penghargaan peringkat 2 kategori provinsi dengan Kinerja Terbaik Lingkup DJPB Tahun 2019. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ditjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dan diterima oleh Kepala DKP Sulsel Sulkaf S Latief

Pengumuman penghargaan kinerja terbaik ini digelar sebagai rangkaian acara dari Rakernis DJPB yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang tanggal 27 Januari 2020 lalu.

Kepala DKP Sulsel, Sulkaf S Latief kepada SINDOnews, mengatakan setiap tahun Sulsel menerima penghargaan dari DJPB karena memiliki kinerja yang positif. Tahun lalu, Sulsel menempati peringkat ke-3 setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Khusus tahun ini, Sulsel naik menjadi peringkat ke-2 dengan kinerja terbaik se-Indonesia setelah Jawa Barat yang menempati peringkat ke-1.
"Disampaikan bahwa tahun 2019 tiga provinsi yang dinilai kinerja terbaik, yang juara 1 adalah Jawa Barat dan kedua Sulsel dan tiga Jawa Timur," kata Sulkaf.



Dia melanjutkan, indikator prestasi tersebut dinilai dari kontribusi produksi perikanan budidaya terhadap nasional, pelaporan data dan kegiatan yang selalui sesuai dan tepat waktu, serta memenuhi indikator kinerja utama (IKU) utamanya di bidang sertifikasi.

"Tapi memang kita tiga ini (Jawa Barat, Jawa Timur, Sulsel) yang selalu (terima penghargaa), karena kalau dilihat sumbangan produksi, kalau bukan Jawa Barat, Sulsel atau Jawa Timur. Dilihat dari sumbangan produksi perikanan budidaya terbesar dan trennya naik," jelas Sulkaf.

Menurut dia, prestasi ini sebagai dorongan kepada setiap provinsi di Indonesia untuk menjalankan perikanan budi daya berdasarkan IKU, produksi, pemantauan penyakit hingga pelaporan ke pusat tepat waktu.

Sulkaf mengaku, DKP Sulsel diharapkan tetap mempertahankan budi daya udang utamanya jenis windu karena merupakan provinsi percontohan untuk pengembangan komoditas ini di Indonesia.

"Yah kalau tahun ini oleh pemerintah pusat mengharapkan kita tetap budidaya udang terutama udang windu karena kita yang menjadi contoh untuk pengembangan udang windu," katanya.

Selain itu, DKP Sulsel juga diimbau untuk tetap mempertahankan produksi komoditas unggulan seperti rumput laut dan ikan bandeng yang masih menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan produksi tertinggi.

"Kalau dibudi daya ada udang juga masuk 10 besar, sedangkan kalau windu kita masuk 3 besar. Windu kita dianggap 2019 ini sudah naik, laporan yang saya dapat tahun 2019 naik hampir 200 ton, kalau tahun lalu (2018) kan 10ribu lebih," katanya.

Dia berharap dengan penghargaan yang telah diraih semakin meningkatkan motivasi DKP Sulsel untuk menjaga produktivitas.

"Target kita tetap bekerja dengan baik, tetap menjalankan semua kalau bisa naik juara 1 alhamdulillah tapi kalau bertahan di tiga besar tetap kita jaga. Ini sebagai motivasi," pungkas Sulkaf.